Mahasiswa Unjuk Rasa Mafia Tanah di BPN   Leave a comment

BEKASI, KOMPAS.com ā€” Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Antimafia Tanah Kota Bekasi, Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan maraknya mafia tanah oleh oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional setempat, Rabu (9/6/2010).

Koordinator Aksi, Ahmad Sabana, di sela aksi unjuk rasa yang berlangsung di pelataran parkir Gedung BPN Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kota Bekasi, mengatakan, aksi itu dilatarbelakangi banyaknya sengketa tanah di wilayah tersebut.

“Sejumlah kasus sengketa tanah itu, di antaranya Pasar Kranji dan Apartemen Mutiara Bekasi, di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan,” katanya.

Maraknya kasus sengketa tanah di wilayah setempat, kata dia, terjadi lantaran ulah segelintir oknum pegawai BPN yang menjadi calo pembuatan sertifikat tanah, bahkan tidak sedikit terjadi dua sertifikat tanah dalam satu obyek sehingga terjadi konflik.

“Kami sangat menyayangkan Kepala BPN Kota Bekasi Robinson Simangunsong yang terkesan tutup mata terhadap ulah anak buahnya itu sehingga kasus makelar tanah masih marak terjadi,” katanya.

Dikatakan Ahmad, melalui aksi itu, pihaknya memberikan enam tuntutan, di antaranya pemecatan Kepala BPN Kota Bekasi, basmi mafia tanah di Kota Bekasi, pecat oknum pegawai BPN yang terlibat calo tanah, hentikan jual beli sertifikat tanah, dan wujudkan landasan reformasi dan sertifikat tanah untuk rakyat.

Dalam aksinya, massa yang membawa berbagai macam spanduk penolakan mafia tanah juga melepas belasan ekor tikus putih di dalam Gedung BPN Kota Bekasi sebagai visualisasi terhadap maraknya aksi mafia tanah di lingkup perkantoran BPN.

Aksi tersebut juga membuat panik sejumlah warga yang tengah mengurus perizinan tanah di dalam gedung, tetapi sejumlah aparat keamanan langsung menangkap tikus-tikus tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala BPN Kota Bekasi Robinson Simangunsong menepis adanya dugaan tersebut. “Tidak mungkin saya membiarkan anak buah saya berkeliaran memeras warganya sebagai calo,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya mengakui bahwa persoalan tersebut memang terjadi di Kota Bekasi.

“Setiap persoalan yang sampai ke pihak kita akan langsung diselesaikan melalui proses mediasi. Bila hal itu gagal, maka akan dilanjutkan ke proses peradilan,” ujarnya.
http://megapolitan.kompas.com/read/2010/06/09/1547249/Mahasiswa.Unjuk.Rasa.Mafia.Tanah.di.BPN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: